Tips Hadapi HIV – AIDS!

Penelitian genetika menunjukkan bahwa HIV berasal dari Afrika Tengah dan Barat selama awal abad kedua puluh. Pada tahun 1981, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau yang dikenal dengan CDC mulai mengenal AIDS dan infeksi HIV merupakan penyebabnya. Sejak penemuannya, AIDS telah menyebabkan kematian sebesar hampir 30 juta di tahun 2009. Dan pada tahun 2010, sekitar 34 juta orang harus bertahan hidup dengan mengidap HIV di seluruh dunia. HIV / AIDS memiliki dampak yang besar bagi masyarakat, baik sebagai penyakit maupun sebagai sumber diskriminasi. Ada banyak kesalahpahaman tentang HIV / AIDS seperti yang diyakini kebanyakan orang bahwa penyakit ini dapat ditularkan oleh kontak biasa (non-seksual).

Penularan HIV – AIDS!

Tips Hadapi HIV – AIDS!AIDS diawali dengan adanya infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus), virus tersebut mulai menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh pasien tidak mampu mengatasi serangan dari berbagai macam penyakit lainnya. Sewaktu timbul serangkaian gejala penyakit seperti TBC, Radang (Kulit, Paru, Pencernaan, Otak) bahkan kanker, pasien benar-benar sudah memasuki tahap AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Sindrom awalnya dapat terlihat seperti terserang flu atau demam namun keadaan terus berkembang seraya virus mulai mereproduksi dirinya dan menyerang sistem imun.

Hubungan seksual merupakan salah satu cara ampuh penularan AIDS, terlebih jika itu dilakukan tanpa alat kontrasepsi (Kondom) oleh orang yang telah terinfeksi HIV. Resiko AIDS dapat ditularkan melalui proses kehamilan, persalinan dan menyusui. Transfusi darah adalah faktor lain yang turut menjadi pemicu Anda tertular HIV jika darah tersebut telah terkontaminasi. Penggunaan jarum suntik secara bergantian pada pecandu narkotika juga meningkatkan resiko AIDS. Berinteraksi sosial tidak akan meningkatkan resiko penularan HIV / AIDS jadi Anda tidak perlu bersikap antipasti terhadap orang lain.

Sulit sekali melihat gejala HIV mengingat kondisi pasien terlihat sehat hingga ia mengalami AIDS. Namun saat ini sudah ada test HIV yang disertai dengan konseling dengan tujuan dapat menangani kasus HIV sedini mungkin ini dikenal dengan istilah Voluntary Counseling and Testing (VCT), test ini memerlukan sample darah pasien untuk diperiksa apakah keberadaan antibodi HIV dalam darah.

Pengobatan HIV – AIDS!

Tips Hadapi HIV – AIDS!Terkena AIDS bukan berarti Anda harus mengakhiri nyawa Anda. Ingat virus ini sebenarnya menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga ia berusaha menurunkan fungsi kekebalan tubuh dalam mencegah masuknya benda asing kedalam tubuh. Dengan meningkatkan limfosit (sel darah putih) akan membantu Anda meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Metode pengobatan yang sering dilakukan adalah ARV (Antiretroviral), obat ini berfungsi untuk menghentikan HIV agar tidak mereproduksi dirinya secara masal dan tak terkendali hingga taraf virus tak terditeksi. Ini berarti Anda dapat mengontrol perkembangan virus HIV sehingga dapat menunda pengrusakan yang parah pada sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda ingin meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengontrol perkembangan HIV, Anda juga dapat mengkonsumsi sari buah mengkudu, sumber alami dari zat alizarin yang mampu menghambat pertumbuhan virus penyebab AIDS. Adapula piridoksin (B6), treonin, xeronin, beta-sitosterol, terpenoid, dan antrakuinon  yang turut membantu meningkatkan imunitas Anda dan memulihkan kerusakan sel. Namuni ingat sari buah mengkudu tidak dapat mengobati namun membantu penderita meningkatkan sistem imun-nya sehingga penderita dapat bertahan hidup lebih lama.

Sebuah pengalaman di Afrika menyebutkan bahwa seorang pengidap AIDS merasa lebih baik setelah mengkonsumsi sari buah mengkudu. Dalam arti ia merasa bahwa sari buah mengkudu membantu metabolisme tubuhnya agar berfungsi secara normal dan membantunya dalam mendapatkan kualitas tidur yang baik sehingga ia dapat merasa segar. Hidup dengan AIDS bukan berarti akhir dari kebahagian Anda! Pasien AIDS masih dapat berkeluarga dan memiliki keturunan, sebuah program pencegahan penularan HIV dari ibu dan anak membuktikan bahwa program tersebut (PPIA/PMTCT) mampu menekan angka penularan HIV pada Ibu dan Anak.

Comments

comments